Selasa, 30 September 2014

Cara Mengantisipasi Bencana Banjir


Di Indonesia sering kali terjadi yang namanya banjir, baik di pemukiman warga yang berada di pinggir kota sampai ke tempat-tempat umum di perkotaan. Banjir merupakan peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai.



Tahukah kamu? Bencana alam banjir dibedakan menjadi beberapa jenis diantaranya :
1.    Banjir air
Banjir ini merupakan banjir yang umum terjadi. Banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang terlalu tinggi sehingga sungai , danau dan selokan tidak dapat menampung air lagi dan akhirnya meluap ke daratan.

2.    Banjir bandang
Banjir bandang ini lebih berbahaya daripada banjir air, mengapa? Karena banjir bandang tidak hanya melibatkan air saja, melainkan melibatkan berbagai macam materi air berupa lumpur, bebatuan yang ikut terbawa banjir. Hal seperti ini biasanya terjadi tiba-tiba dan berbahaya karena seseorang tidak akan mampu untuk berenang di tengah-tengah banjir bandang ini. Karena itu banjir bandang menyebabkan kerusakan yang lebih tinggi daripada banjir air. Banjir bandang biasanya terjadi di area dekat pegunungan , karena terjadinya longsoran tanah dari pegunungan sehingga lumpur dan tanah itu terbawa hanyut oleh banjir ke daratan yang lebih rendah.

3.      Banjir lumpur
Banjir lumpur ini identik dengan peristiwa banjir Lapindo di daerah Sidoarjo. Banjir ini mirip banjir bandang, tetapi lebih disebabkan oleh keluarnya lumpur     dari dalam bumi dan menggenangi daratan. Lumpur yang keluar dari dalam bumi     bukan merupakan lumpur biasa, tetapi juga mengandung bahan dan gas kimia     tertentu yang berbahaya.

4.      Banjir rob (laut pasang)
Banjir rob  atau laut pasang adalah banjir yang disebabkan oleh pasangnya air laut. Air laut yang pasang ini umumnya akan menahan air sungai yang sudah menumpuk, akhirnya mampu menjebol     tanggul dan menggenangi daratan.


5.       Banjir lahar dingin
Banjir jenis ini biasanya hanya terjadi ketika erupsi gunung berapi. Erupsi ini kemudian mengeluarkan lahar dingin dari puncak gunung dan mengalir ke daratan yang ada di bawahnya. Lahar dingin ini mengakibatkan pendangkalan sungai, sehingga air sungai akan mudah meluap dan dapat meluber ke pemukiman warga.




Ulasan di atas adalah beberapa jenis banjir yang saya bisa jelaskan, selanjutkan bencana alam banjir ini adalah bencana yang bisa disebabkan oleh ulah manusia. Berikut ini ada beberapa penyebab terjadinya bencana banjir :
1.    Semakin luasnya hutan yang gundul
2.    Curah hujan yang semakin meningkat
3.    Berkurangnya daya resap air ke dalam pori-pori tanah
4.    Membuang sampah sembarangan di sungai
5.    Jebolnya waduk atau tanggul dan lain sebagainya

Hal- hal diatas adalah sebagian penyebab terjadinya banjir , bencana alam memang terkadang tidak dapat di cegah ,namun kita bisa berupaya mengantisipasinya ,, bagaimana caranya? Berikut saya ulas beberapa cara untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam banjir :

Pertama : mengadakan reboisasi, yaitu upaya penanaman kembali pohon-pohon di wilayah yang sudah gundul
Kedua : membuat waduk atau bendungan
Ketiga : membuat tanggul- tanggul di pinggir sungai
Keempat : untuk di kawasan perkotaan, menggunakan sistem drainase yang tepat dan benar
Kelima : meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar mereka tinggal

Nah, itulah artikel mengenai banjir dan cara mengantisipasinya, semoga artikel ini bermanfaat untuk para pembaca.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar